Maros — Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPC GRIB JAYA Kabupaten Maros. Ambo Ali Azis, SH, yang merupakan Penasehat sekaligus mantan Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Maros, berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pengurus, kader, anggota, dan keluarga besar GRIB JAYA di Kabupaten Maros. Sosok Ambo Ali Azis dikenal memiliki peran penting dalam perjalanan dan perkembangan organisasi GRIB JAYA di Kabupaten Maros hingga saat ini.
Semasa menjalankan amanah sebagai Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Maros, almarhum dinilai turut meletakkan fondasi organisasi serta memberikan pemikiran dan arahan bagi keberlangsungan organisasi. Setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua, almarhum tetap memberikan perhatian dan kontribusi sebagai Penasehat.
Di lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, almarhum dikenang sebagai sosok yang visioner, tegas, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan organisasi. Kehadirannya dinilai memberikan warna tersendiri dalam perjalanan GRIB JAYA di Kabupaten Maros.
Duka atas kepergian almarhum juga dirasakan Ketua DPD GRIB JAYA Sulawesi Selatan. Sosok Ambo Ali Azis dipandang sebagai salah satu figur penting dan terbaik yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan organisasi.
Jajaran DPC GRIB JAYA Kabupaten Maros menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Namun, keluarga besar organisasi berharap nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pemikiran yang telah ditanamkan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi kader dan pengurus GRIB JAYA.
“Selamat jalan, Kanda Ambo Ali Azis, SH. Terima kasih atas segala pengabdian, pemikiran, dan keteladanan yang telah diberikan untuk keluarga besar GRIB JAYA. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan amal baiknya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.”
Keluarga besar DPC GRIB JAYA Kabupaten Maros turut berduka cita. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan. (red)
























