MAROS — Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menghadiri rangkaian Haul Karaeng Turikale IV I Sanrima Dg Parukka (Syeikh Abdul Qadir Djaelani) yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang memadukan unsur adat dan keagamaan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni kediaman Ketua Dewan Adat Kekaraengan Turikale Maros, Andi Muh. Sata, serta Masjid Lompoe Urwatul Wutsqa Turikale.
Rangkaian kegiatan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang sejarah, keteladanan tokoh agama dan leluhur, serta menjaga nilai-nilai adat dan spiritualitas yang berkembang di tengah masyarakat Turikale.
Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz di kediaman Ketua Dewan Adat Kekaraengan Turikale. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat.
Selanjutnya, Maulid Akbar dipusatkan di Masjid Lompoe Urwatul Wutsqa Turikale. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat dari berbagai unsur.
Bupati Maros AS Chaidir Syam hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf. Keduanya disambut keluarga besar Karaeng Turikale, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang hadir.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua ISNU Maros Andi Yusri, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah Turikale, Ketua RW Redaberu, keluarga besar Karaeng Turikale, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir Syam menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Haul Karaeng Turikale yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki arti penting dalam menjaga hubungan generasi saat ini dengan sejarah serta nilai keteladanan yang diwariskan para leluhur dan tokoh agama terdahulu.
Selain menjadi sarana untuk mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu, kegiatan tersebut juga dinilai dapat memperkuat silaturahmi, persatuan, dan kerukunan masyarakat.
“Peringatan seperti ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi berikutnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diisi dengan doa bersama, zikir, pembacaan Barzanji, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Nuansa Maulid juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus penghormatan kepada ulama dan tokoh yang telah memberikan keteladanan bagi masyarakat.
Ketua Panitia, Andi Azizul Jabbar, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan keberkahan bagi jamaah dan masyarakat yang hadir.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Langsat 1, RT 03/RW 03, Lingkungan Redaberu, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, tersebut menjadi salah satu momentum masyarakat dalam merawat warisan adat dan keagamaan.
Melalui Haul Karaeng Turikale IV dan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Turikale diharapkan terus menjaga nilai-nilai tradisi, persaudaraan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta penghormatan kepada ulama dan leluhur sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Maros.
Tim Liputan: Muh Ali & Syamsir
Editor: Redaksi
























