Maros, 29 Agustus 2026 — Dalam rangka mendukung percepatan pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Tahun 2026, Ketua Tim Kerja (KATIMKER) Penyuluhan Pertanian Kabupaten Maros bersama jajaran penyuluh pertanian melaksanakan Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, penyelarasan data, pelaporan, serta evaluasi pencapaian LTT Padi di wilayah Kabupaten Maros, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pertanaman pada musim tanam ketiga (MT3) tahun 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Maros, Ketua Perhiptani DPD Kabupaten Maros, para Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Pertanian, para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari 14 kecamatan, Petugas Statistik DPKP, serta 111 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Maros (dari 115 PPL, ada 2 orang yang sedang Cuti, dan 2 orang yang sakit).
PPL Dituntut Tetap Aktif Mendukung Program Strategis Pertanian
Kegiatan diawali dengan arahan Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Maros, Sehuddin, S.P. Ia menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan dengan dukungan anggaran DIPA BPPSDMP dan diarahkan untuk memperkuat koordinasi, pelaporan, serta kinerja para penyuluh pertanian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian.
Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam memastikan program-program pemerintah dapat berjalan secara optimal di tingkat lapangan.
Pelaksanaan tugas penyuluh, khususnya dalam mendukung program strategis pertanian, membutuhkan komitmen dan konsistensi. Monitoring kondisi pertanaman, pengumpulan data, koordinasi dengan berbagai pihak, hingga pelaporan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Penyuluh pertanian tidak mengenal hari libur dalam menjalankan tugas pelayanan dan pendampingan kepada petani, khususnya dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian,” demikian penekanan dalam arahannya.
DPKP Maros Apresiasi Peran Penyuluh di Lapangan
Rapat koordinasi selanjutnya dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Maros, Reni Krisnawati, S.P., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros yang sedang menjalankan cuti.
Dalam arahannya, Reni Krisnawati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan koordinasi tersebut. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi antara DPKP Kabupaten Maros dengan para penyuluh pertanian perlu terus dipelihara dan diperkuat.
Hal tersebut menjadi semakin penting setelah adanya perubahan kelembagaan penyuluh pertanian, di mana sejak Januari 2026 para PPL telah bergabung menjadi pegawai Kementerian Pertanian.
“Walaupun secara kelembagaan penyuluh pertanian telah bergabung menjadi pegawai Kementerian Pertanian, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah harus tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan data terkait potensi pertanian dan capaian produksi berbagai komoditas di Kabupaten Maros tetap membutuhkan dukungan para penyuluh yang berada langsung di lapangan.
Penyuluh dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan petani serta mengetahui kondisi faktual pertanaman di masing-masing wilayah.
“Data potensi dan hasil komoditas pertanian tentunya membutuhkan dukungan dari penyuluh pertanian di lapangan, termasuk data dan pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi yang dituntut untuk terus diperbarui,” jelasnya.
Penyelarasan Data Menjadi Fokus Koordinasi
Sesi selanjutnya diisi dengan penyelarasan data percepatan LTT Padi Tahun 2026 yang dipandu oleh KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten Maros, Amirullah, S.Pt.
Dalam sesi tersebut dilakukan pembahasan mengenai perkembangan capaian LTT Padi, mekanisme pelaporan, serta pentingnya kesesuaian data antara kondisi faktual di lapangan dengan data yang dilaporkan.
Para PPL di wilayah desa/kelurahan didorong untuk terus melakukan pemantauan dan pelaporan pencapaian LTT secara rutin. Pelaporan dilakukan melalui aplikasi pelaporan LTT pada e-Pusluh, serta ditembuskan kepada petugas statistik yang berada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data pertanaman yang dihimpun dari lapangan dapat menjadi bahan monitoring dan evaluasi bersama, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pembangunan pertanian yang berbasis data.
Capaian LTT Maros 2.908,6 Hektare
Berdasarkan hasil penyelarasan data dalam rapat koordinasi, hingga akhir Agustus 2026 capaian LTT Padi Kabupaten Maros Periode Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2.908,6 hektare dari target sebesar 4.831 hektare.
Dengan demikian, masih terdapat selisih capaian yang perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti bersama.
Belum optimalnya capaian LTT pada Agustus 2026 salah satunya dipengaruhi oleh dampak El Niño yang berpengaruh terhadap ketersediaan air sebagai salah satu faktor utama dalam mendukung pertanaman Padi MT3 Tahun 2026.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi percepatan LTT di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan koordinasi lintas pihak, pemutakhiran data potensi pertanaman, serta pemantauan kondisi sumber daya air secara berkelanjutan.
Perkuat Sinergi untuk Kejar Target LTT
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Maros diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian target LTT Padi Tahun 2026.
Koordinator BPP dan PPL di masing-masing wilayah juga diharapkan terus melakukan identifikasi terhadap potensi lahan yang masih memungkinkan untuk ditanami, melakukan pendampingan kepada petani, serta memastikan setiap perkembangan pertanaman tercatat dan terlaporkan secara tepat waktu.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program strategis Kementerian Pertanian tidak hanya ditentukan oleh target dan kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga sangat bergantung pada akurasi data, kecepatan pelaporan, koordinasi, serta kerja nyata para penyuluh di lapangan.
Dengan semangat kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Maros, penyuluh pertanian, BPP, petugas statistik, dan seluruh pemangku kepentingan pertanian, percepatan LTT Padi di Kabupaten Maros diharapkan dapat terus didorong sesuai dengan potensi wilayah dan kondisi agroklimat yang ada.(*Saleh)
























