PALOPO — Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-X Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan resmi menetapkan Bung Putra sebagai Ketua Wilayah LMND Sulawesi Selatan periode 2026–2028.
Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Konferwil ke-X yang digelar di Kota Palopo, Rabu (16/9/2026). Putra terpilih secara aklamasi melalui proses persidangan konferensi yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Terpilihnya Putra menjadi salah satu agenda penting dalam forum organisasi yang tidak hanya membahas kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus konsolidasi kader LMND di tingkat wilayah.
Konferwil ke-X menjadi momentum bagi kader LMND se-Sulawesi Selatan untuk menyusun arah kepemimpinan dan kerja organisasi selama periode mendatang. Berbagai agenda organisasi dibahas dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan kerja organisasi.
Putra Serukan Kader Kembali ke Kampus
Usai ditetapkan sebagai Ketua Wilayah LMND Sulawesi Selatan, Bung Putra menyerukan kepada seluruh kader agar kembali memperkuat basis organisasi di kampus masing-masing.
“Saya berharap kepada semua kader LMND se-Sulawesi Selatan untuk kembali ke kampusnya masing-masing, membangun basis dan membuat LMND semakin besar di Sulsel,” ujar Putra.
Menurutnya, hasil Konferwil tidak berhenti pada proses persidangan dan penetapan kepemimpinan. Konsolidasi yang telah dilakukan diharapkan dapat dilanjutkan melalui kerja-kerja organisasi di tingkat kampus maupun masyarakat.
Para kader diharapkan dapat kembali menghidupkan ruang-ruang diskusi, pendidikan mahasiswa, pengorganisasian, serta membangun jaringan yang lebih luas sebagai bagian dari aktivitas organisasi.
Memasuki Periode Kepemimpinan Baru
Konferwil ke-X juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan konsolidasi kader LMND Sulawesi Selatan.
Dengan ditetapkannya Bung Putra sebagai Ketua Wilayah periode 2026–2028, organisasi memasuki periode kepemimpinan baru. Agenda organisasi ke depan mencakup penguatan konsolidasi internal, pendidikan kader, pembangunan basis, serta keberlanjutan kerja organisasi di lingkungan kampus dan masyarakat.
Kepemimpinan baru tersebut diharapkan dapat menerjemahkan hasil Konferwil ke dalam program dan kerja organisasi yang terukur serta berkelanjutan.
Bagi LMND Sulawesi Selatan, keberlanjutan kerja organisasi tidak hanya ditentukan oleh pergantian kepemimpinan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader dalam menjalankan hasil konferensi dan membangun konsolidasi di masing-masing wilayah. (Robby.R)
























