PANGKEP — Direktur RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), drg Hasan Basri, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai keluhan pelayanan terhadap seorang pasien di Unit Gawat Darurat (UGD).
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan berjudul “Pasien Kesakitan Keluhkan Pelayanan Ketus di UGD RSUD Batara Siang Pangkep” yang sebelumnya tayang di Target Berita pada Kamis (17/9/2026).
Hasan Basri menjelaskan, terdapat dua perawat yang menerima pasien berinisial FA ketika pertama kali tiba di UGD. Menurutnya, pertanyaan petugas mengenai asal rujukan pasien bukan dimaksudkan untuk mengarahkan pasien kembali ke puskesmas.
“Perawat yang menerima pasien saat pertama kali masuk ke UGD berjumlah dua orang. Pertanyaan yang disampaikan bukan bermaksud mengarahkan atau mengembalikan pasien ke puskesmas, melainkan bagian dari prosedur untuk mengetahui riwayat rujukan pasien, apakah dirujuk atau datang sendiri, guna memperjelas alur penanganan medis,” kata Hasan Basri kepada media ini di Pangkajene, Pangkep, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan, bersamaan dengan pertanyaan tersebut, petugas juga memindahkan pasien ke brankar atau tempat tidur beroda sebagai bagian dari prosedur pelayanan.
“Saat pertanyaan itu disampaikan, perawat sekaligus memindahkan pasien ke brankar pasien (tempat tidur beroda-red) sesuai prosedur. Pasien tetap diterima dan ditangani, tidak ada penolakan,” ujarnya.
Akui Ada Evaluasi terhadap Komunikasi Petugas
Terkait keluhan mengenai cara penyampaian petugas, Hasan mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan teguran secara lisan kepada perawat yang bersangkutan.
Menurutnya, aspek komunikasi dan keramahan petugas merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien, khususnya di unit gawat darurat.
“Jika terdapat kesan kasar atau kurang ramah dalam penyampaian, hal itu telah menjadi catatan dan segera diperbaiki,” katanya.
Hasan Basri juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarganya atas ketidaknyamanan yang dirasakan selama mendapatkan pelayanan di UGD RSUD Batara Siang.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien maupun keluarga pasien selama mendapat pelayanan di UGD,” ucapnya.
Ia menegaskan, pihak rumah sakit berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk komunikasi dan keramahan seluruh petugas kepada masyarakat.
Sebelumnya Pasien Mengeluhkan Pelayanan
Sebelumnya, Target Berita memberitakan adanya keluhan seorang pasien perempuan berinisial FT, warga Kelurahan Tekolabbua, terkait pelayanan di UGD RSUD Batara Siang.
Keluhan tersebut disampaikan setelah FT datang ke UGD pada Rabu (16/9/2026) malam dalam kondisi kesakitan untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam pemberitaan sebelumnya, keluhan pasien berkaitan dengan cara penyampaian petugas saat proses penerimaan di UGD.
Atas pemberitaan tersebut, pihak RSUD Batara Siang melalui Direktur drg Hasan Basri memberikan klarifikasi bahwa pasien tetap diterima dan mendapatkan penanganan. Rumah sakit juga menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap aspek komunikasi petugas.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai pelayanan terhadap pasien diharapkan dapat dilihat secara berimbang dengan mempertimbangkan keterangan dari pihak pasien maupun penjelasan resmi dari pihak rumah sakit. (AB)
























