• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Target Berita
Advertisement
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
Target Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
Home Sorot

Tanah Leluhur di Balik Pagar Berduri: Warga Simbang Vs TNI

Redaksi by Redaksi
Juni 17, 2025
in Sorot, TNI | POLRI
0
Tanah Leluhur di Balik Pagar Berduri: Warga Simbang Vs TNI
0
SHARES
374
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TARGETBERITA.COM | Maros — Di hamparan sawah dan kebun milik warga Dusun Sampakan, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, berdiri pagar kawat berduri yang membelah tanah warisan dengan klaim negara atas nama pertahanan. Di atas lahan seluas 331 hektare yang membentang di kawasan Aloro–Alaere, konflik lama antara rakyat kecil dan institusi bersenjata kembali mencuat. Ini bukan sekadar sengketa tapal batas—melainkan soal sejarah yang dihapus, janji yang dikhianati, dan keadilan yang dipinggirkan.

Pagar Sengketa dan Jejak Kekuasaan

Menurut warga adat Lompo Sampakan, tanah tersebut merupakan lahan garapan turun-temurun sejak masa kolonial Hindia Belanda. Setidaknya tiga generasi telah mengolah lahan ini. Namun, tanpa pernah ditetapkan secara resmi sebagai tanah negara, TNI Angkatan Darat kini mengklaim sepihak bahwa lahan tersebut adalah aset negara.

TNI menyebut tanah itu berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berakhir pada tahun 1995. Saat ini, di atas lahan tersebut berdiri Asrama Gupusmu dan Gudang Pusat Amunisi, serta direncanakan akan dibangun sekolah militer. Namun, pembangunan itu tidak pernah melalui musyawarah adat dan bahkan ditolak oleh Kepala Desa.

Kepala Desa Simbang, Sitti Aminah, mengaku pernah disodori dokumen sporadik oleh pihak Kodam untuk ditandatangani sebagai bagian dari proses penerbitan sertifikat atas lahan tersebut. Namun, ia menolak.

“Saya tidak bisa menandatangani sporadik itu, karena saya tahu lahan itu milik warga secara turun-temurun. Kalau saya tandatangani, warga pasti menuntut ke pemerintah desa. Jadi, sebelum ada putusan hukum yang sah, saya tidak berani menandatangani,” tegas Aminah.

“Ini tanah garapan nenek moyang kami, bukan tanah kosong yang bisa seenaknya dicaplok,” tambah Haji Muhajji (74), salah satu penggarap generasi kedua yang masih mengelola sekitar 30 hektare bersama keluarganya.

Riwayat Gelap: Dari PT Coco ke Kodam

Kisruh bermula dari kesepakatan antara warga dan perusahaan swasta PT Coco, milik pengusaha lokal Syamsuddin Lau, pada era 1970-an. Perusahaan menyewa tanah masyarakat seluas 331 hektare dengan kontrak 25 tahun dan janji akan mengembalikannya setelah masa kontrak berakhir pada 1995. Namun, pada tahun ke-10, sekitar 1985, tanah itu dijual diam-diam ke TNI untuk pembangunan gudang amunisi.

Transaksi berlangsung secara tidak resmi, tanpa sepengetahuan pemerintah desa maupun pencatatan negara. Pada 1995, Kodam XIV/Hasanuddin mendaftarkan lahan tersebut sebagai HGU dan mengklaimnya sebagai Barang Milik Negara (BMN).

“Tidak ada musyawarah, tidak ada pelibatan warga atau pemerintah lokal. Tiba-tiba tanah itu jadi milik negara,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

TNI membantah tudingan perampasan, mengklaim pembelian dilakukan secara sah. Namun, saat diminta menunjukkan bukti jual beli atau surat pelepasan resmi dari PT Coco, tak satu pun dokumen ditunjukkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

SKT Dianggap Tak Sah, Sejarah Warga Dihapus

Warga mengantongi Surat Keterangan Tanah (SKT), dokumen sporadik, serta bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama puluhan tahun. Namun, aparat militer menganggap dokumen tersebut tidak sah.

“SKT bukan bukti hak,” ujar seorang perwira Kodam XIV. Padahal, dalam berbagai sengketa agraria, termasuk kasus Bara-Baraya di Makassar, penguasaan fisik dan dokumen seperti SKT telah diakui oleh pengadilan sebagai dasar hak atas tanah.

Saat ini, lebih dari 200 ahli waris menggarap lahan di Aloro, yang dahulu dikelola oleh 29 kepala keluarga generasi pertama. Tanah itu bukan hanya sumber penghidupan, melainkan juga identitas sosial. Salah satunya adalah keluarga Cangkug—lima bersaudara yang mengelola 30 hektare lahan yang diwariskan sejak masa kolonial.

Evakuasi Kolonial yang Tak Pernah Diakui

Sebagian lahan diklaim sebagai bekas area evakuasi kolonial Belanda pascakemerdekaan. Namun, status tersebut tidak pernah ditegaskan secara hukum sebagai tanah negara. Aktivis agraria M. Robin Salam menilai klaim BMN terlalu prematur tanpa validasi dari BPN atau putusan pengadilan.

“Ini bentuk manipulasi status tanah atas nama negara tanpa fondasi hukum yang kuat,” katanya. Robin adalah penggugat uji materiil status tanah negara di Mahkamah Konstitusi pada 2024.

Warga Terpinggirkan, Negara Enggan Digugat

Upaya hukum warga seringkali terbentur tembok kekuasaan. Laporan ke ATR/BPN, Komnas HAM, hingga Komisi II DPR RI, belum membuahkan hasil berarti. Kodam XIV menolak mediasi terbuka dan tetap menutup lahan dengan pagar berduri, sembari terus melanjutkan rencana pembangunan.

“Kami bukan anti-negara. Tapi jangan rampas tanah kami dengan dalih hukum yang berat sebelah,” ujar seorang tokoh adat.

Tuntutan Warga: Audit dan Mediasi Independen

Warga menuntut keterbukaan dokumen HGU, audit terhadap proses jual-beli antara PT Coco dan TNI, serta pembentukan tim mediasi independen yang melibatkan Komnas HAM, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan akademisi hukum agraria. Mereka menolak penyelesaian internal satu arah yang hanya menguntungkan pihak militer.

Ketika Keadilan Terkurung di Balik Pagar

Di satu sisi pagar, tanah itu disebut sebagai bagian dari “proyek strategis nasional” untuk pertahanan negara. Di sisi lain, tanah itu adalah ladang kehidupan, pusaka leluhur, dan bukti eksistensi masyarakat adat. Jika negara lebih mempercayai kawat berduri daripada keadilan, yang dirampas bukan hanya tanah—melainkan martabat rakyat.

Laporan: Jumadi | TARGETBERITA.COM

Previous Post

Polres Maros Gelar Lomba MLBB dan MCGG Meriahkan HUT Bhayangkara ke-79

Next Post

Sat Reskrim Polres Maros Lakukan Pengawasan dan Pemantauan SPBU di Kabupaten Maros

Redaksi

Redaksi

Next Post
Sat Reskrim Polres Maros Lakukan Pengawasan dan Pemantauan SPBU di Kabupaten Maros

Sat Reskrim Polres Maros Lakukan Pengawasan dan Pemantauan SPBU di Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

April 7, 2026
Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Oktober 26, 2025
Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Oktober 16, 2025
“MT Dikunci, Aktor Utama Lolos?” – Kejari Maros Tahan Pejabat Kominfo, LSM Desak Bongkar Dalang Korupsi Rp1 Miliar

“MT Dikunci, Aktor Utama Lolos?” – Kejari Maros Tahan Pejabat Kominfo, LSM Desak Bongkar Dalang Korupsi Rp1 Miliar

Juni 23, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

Mostbet Apk pulsuz yüklə: Onlayn kazinoda oynamaq üçün rəsmi tətbiq

Juni 13, 2026

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Juni 8, 2026
PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

Juni 7, 2026

Recent News

Mostbet Apk pulsuz yüklə: Onlayn kazinoda oynamaq üçün rəsmi tətbiq

Juni 13, 2026

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Juni 8, 2026
PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

Juni 7, 2026
Target Berita

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Internasional
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Regional
  • Sorot
  • TNI | POLRI

Recent News

Mostbet Apk pulsuz yüklə: Onlayn kazinoda oynamaq üçün rəsmi tətbiq

Juni 13, 2026

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id

No Result
View All Result

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id