TARGET-BERITA.COM, Makassar – Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) menggelar dialog publik bertajuk “Membaca, Membaca, Berbicara” pada Sabtu kemarin (20/12).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menguatkan kembali budaya literasi, khususnya di kalangan mahasiswa dan pegiat pendidikan di Kota Makassar.
Dialog publik tersebut menghadirkan perwakilan dari STKIP YPUP, STIE YPUP, Duta Baca Nusantara Sulawesi Selatan, Rumah Literasi, serta sejumlah pegiat literasi dari berbagai kampus. Keterlibatan lintas institusi ini menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan tanggung jawab kolektif, bukan monopoli satu lembaga pendidikan.
Pemateri pertama, Akbar Yusuf, Wakil Ketua III STKIP YPUP Makassar, menyoroti rendahnya minat baca mahasiswa. Ia menekankan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga memiliki dimensi nilai dan spiritual.
“Dalam agama kami, wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca, Iqro’,” ujarnya.
Sementara itu, Kartini, perwakilan Duta Baca Nusantara Sulawesi Selatan, mengkritisi perilaku literasi di era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan sikap kritis.
“Banyak orang rajin membaca, tetapi tidak selalu kritis. Ini tantangan besar literasi hari ini,” jelasnya.
Ketua Panitia, Irwan, mahasiswa STKIP YPUP, menyampaikan pesan reflektif mengenai peran buku dalam kehidupan intelektual. Ia menegaskan bahwa buku merupakan medium berpikir yang paling jujur dan setia.
“Buku adalah kawan berpikir. Ia tidak melukai dan tidak menyesatkan. Maka bacalah buku,” tuturnya.
Dialog publik ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi mendorong lahirnya praktik literasi yang lebih kritis, reflektif, dan berdampak di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (Saiful)
























