TARGET-BERITA.com, Wakatobi, Sultra — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Wakatobi Maritim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Penguatan Branding Puncak Toliamba melalui Pemberdayaan Pokdarwis dan UMKM Lokal Desa Waginopo. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Waginopo, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Senin (12/1/2026).
Program ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Program Studi Ilmu Ekonomi, yang bertujuan untuk meningkatkan promosi destinasi wisata lokal Puncak Toliamba sekaligus mengaktifkan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Waginopo.
Mahasiswa KKN-T, Nurul Fitrah, menjelaskan bahwa Puncak Toliamba memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Wakatobi. Namun, selama ini destinasi tersebut masih kurang dikenal karena keterbatasan promosi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Puncak Toliamba memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, minimnya promosi yang terencana dan berkelanjutan membuat potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Nurul dalam pemaparannya.
Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, program ini memberikan ruang dan akses bagi Pokdarwis untuk mengelola paket wisata, sekaligus mengoptimalkan promosi melalui media sosial, khususnya akun Instagram resmi Puncak Toliamba.
Selain itu, mahasiswa KKN-T juga mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Desa Waginopo untuk berpartisipasi dalam aktivitas wisata di kawasan Puncak Toliamba.
“UMKM akan didorong untuk menjual produk lokal seperti makanan, minuman, dan cenderamata khas daerah. Dengan demikian, pengembangan wisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat,” tambah Nurul.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Muhammad Zulfikar, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin tersebut. Ia berharap program ini dapat diikuti dengan partisipasi aktif dan berkelanjutan dari Pokdarwis serta dukungan perangkat desa agar pengembangan wisata Puncak Toliamba dapat berjalan secara konsisten.
“Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa sangat penting agar program ini tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus berlanjut dan berkembang,” ujar Zulfikar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Puncak Toliamba dapat semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Wakatobi, sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis masyarakat. (Sayo)





















