• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Target Berita
Advertisement
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
Target Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
Home Berita

Raih Gelar Doktor Politik, Fachrul Razi Ungkap Potensi Konflik di Aceh Tetap Tinggi

Redaksi by Redaksi
Februari 27, 2026
in Berita, Nasional
0
Raih Gelar Doktor Politik, Fachrul Razi Ungkap Potensi Konflik di Aceh Tetap Tinggi
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TARGET-BERITA.com, Jakarta – Tokoh politik Indonesia dan mantan senator DPD RI dari Aceh, Dr. Fachrul Razi, S.I.P., M.I.P., M.Si., M.H., M.I.Kom, telah resmi menyandang gelar doktor ilmu politik dari Universitas Nasional Jakarta setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan panel penguji, bertempat di Menara Universitas Nasional, Selasa (24-02-2026). Disertasinya yang berjudul ” Integrasi Politik di Aceh Pasca MoU Helsinki: Studi Pelembagaan Politik Wali Nanggroe (2013-2024),” memberikan analisis yang serius tentang lanskap politik Aceh dan memperingatkan bahwa potensi konflik antara Aceh dan pemerintah pusat tetap sangat tinggi.

Dalam disertasinya, Fachrul Razi berpendapat bahwa perdamaian yang dicapai melalui Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki 2005 antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum sepenuhnya menyelesaikan ketegangan yang mendasarinya. Ia menyamakan situasi tersebut dengan “api yang membara di tumpukan jerami,” menunjukkan bahwa meskipun konflik terbuka telah mereda, potensi kekerasan tetap rawan terjadi sewaktu-waktu. Potensi ini diperkuat dengan lemahnya implementasi MoU Helsinki yang belum terwujud secara nyata.

Menurut penelitiannya, akar penyebab ketidakstabilan yang berkepanjangan ini terletak pada kegagalan mencapai rekonsiliasi politik di tingkat akar rumput, khususnya di antara mantan kombatan. Meskipun MoU Helsinki membawa perdamaian dan pengakuan politik ke Aceh, upaya rekonsiliasi sebagian besar terhenti di tingkat elit. Pejuang akar rumput, yang memainkan peran penting dalam konflik, telah ditinggalkan, dengan sedikit upaya yang dilakukan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam tatanan politik dan sosial Aceh pascpasca-konflik.l

Rekonsiliasi Elit, Pengabaian Akar Rumput

Fachrul Razi menyoroti bahwa rekonsiliasi politik setelah MoU Helsinki sebagian besar terbatas pada elit Aceh. Pembentukan dan pengakuan lembaga Wali Nanggroe Aceh, termasuk pendirian partai lokal, melambangkan integrasi para pemimpin GAM ke dalam sistem politik. Para elit ini diberikan kekuasaan dan pengaruh yang signifikan, memungkinkan mereka untuk hidup nyaman di bawah pengaturan baru tersebut.

Namun, setelah damai berlangsung, para elit di pusat dan di Aceh gagal memperluas upaya rekonsiliasi ke akar rumput. Mantan kombatan di tingkat desa, yang jumlahnya masih signifikan, dibiarkan tanpa inklusi atau pengakuan yang berarti. Pengabaian ini telah menciptakan kekecewaan dan kebencian yang mendalam di antara mereka yang merasa dikhianati oleh pemerintah pusat dan para pemimpin mereka sendiri.

Disertasi tersebut menyoroti bahwa kekecewaan ini telah menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap Pemerintah Indonesia dan elit GAM. Banyak kombatan akar rumput merasa bahwa pengorbanan yang mereka lakukan selama konflik belum diakui atau dihargai. Sebaliknya, mereka melihat segelintir elit menikmati buah perdamaian sementara para pejuang biasa terus berjuang dengan kemiskinan dan marginalisasi. Hal ini juga ditunjukkan dengan lemahnya komitmen Jakarta dalam mewujudkan janji janjinya.

Fachrul Razi memperingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan tanpa pengawasan, hal itu dapat meningkat menjadi pemberontakan yang lebih keras dan frontal. Kombinasi frustrasi, ketidakpercayaan, dan pengucilan menciptakan lahan subur untuk konflik baru. Ia menekankan bahwa perdamaian yang dicapai di Aceh rapuh dan membutuhkan perhatian mendesak untuk mencegah kembalinya kekerasan.

Memperkuat Lembaga Wali Nanggroe

Sebagai solusi, Fachrul Razi mengusulkan penguatan lembaga Wali Nanggroe Aceh yang memiliki kewenangan fungsional dan legitimasi yang kuat. Ia berpendapat bahwa lembaga tersebut tidak hanya harus memegang otoritas struktural eksklusif tetapi juga mengembangkan otoritas substantif yang inklusif. Ini berarti memperluas perannya untuk mengakomodasi kepentingan seluruh masyarakat Aceh, termasuk mereka yang berada di lapisan masyarakat paling bawah sehingga integrasi politik substantif dapat terwujud.

Dengan memperluas cakupan kewenangan lembaga Wali Nanggroe, rekonsiliasi dapat melampaui tingkat elit dan mencapai akar rumput. Hal ini akan memberikan rasa memiliki dan pengakuan kepada para mantan kombatan, mengurangi perasaan pengkhianatan dan marginalisasi mereka. Fachrul percaya bahwa hanya melalui rekonsiliasi inklusif seperti inilah Aceh dapat mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng.

Disertasi Fachrul Razi berfungsi sebagai peringatan bagi pemerintah pusat dan para pemimpin politik Aceh. Perjanjian damai tahun 2005 merupakan pencapaian bersejarah, tetapi tidak berkelanjutan. Tanpa upaya berkelanjutan untuk mengatasi keluhan di semua lapisan masyarakat, potensi konflik akan tetap tinggi.

Penelitiannya menunjukkan bahwa Indonesia harus mengadopsi pendekatan yang lebih holistik terhadap integrasi pasca-konflik. Ini termasuk tidak hanya mengakui lembaga-lembaga seperti Wali Nanggroe tetapi juga memastikan bahwa para pejuang akar rumput terintegrasi ke dalam struktur politik, ekonomi, dan sosial. Kegagalan untuk melakukan hal tersebut berisiko membatalkan kemajuan yang telah dicapai sejak MoU Helsinki.

Prestasi Akademik dengan Implikasi Politik

Keberhasilan mempertahankan disertasinya menandai tonggak akademik yang signifikan bagi Fachrul Razi, yang telah lama aktif dalam gerakan politik dan sosial Aceh. Sebagai mantan senator yang mewakili Aceh di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, dan seorang aktivis terkemuka, wawasannya memiliki bobot, baik secara akademis maupun politis.

Gelar doktornya di bidang ilmu politik menambah kredibilitas ilmiah pada keprihatinannya yang telah lama ada tentang perdamaian Aceh yang rapuh. Dengan menggabungkan ketelitian akademis dengan pengalaman politik langsung, Fachrul Razi memberikan perspektif unik tentang tantangan yang dihadapi Aceh dan Indonesia.

Perolehan gelar doktor dengan predikat Sangat Memuaskan oleh Fachrul Razi bukan hanya prestasi pribadi tetapi juga kontribusi bagi pemahaman Indonesia tentang integrasi pasca-konflik. Disertasinya mengungkapkan bahwa potensi konflik di Aceh tetap tinggi karena kegagalan rekonsiliasi akar rumput. Sementara elit telah terintegrasi ke dalam sistem politik, para pejuang biasa tetap terpinggirkan, sehingga menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan.

Solusinya, menurut Fachrul Razi, terletak pada penguatan lembaga Wali Nanggroe agar lebih inklusif dan representatif bagi seluruh masyarakat Aceh. Hanya dengan mengatasi keluhan masyarakat akar rumput, Aceh dapat mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng.

Penelitian itu hakekatnya merupakan pengingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang tetapi juga kehadiran keadilan, inklusi, dan rekonsiliasi. Bagi Aceh dan Indonesia, tantangannya jelas: mengubah perdamaian yang rapuh menjadi stabilitas yang langgeng dengan memastikan bahwa tidak seorang pun tertinggal. (TIM/Red)

Previous Post

Polsek Camba Intensifkan Patroli Cegah Balap Liar Jelang Buka Puasa

Next Post

Rusia Memanggil Kaum Muda Dunia, Menyongsong International Festival of Youth 2026 di Ekaterinburg

Redaksi

Redaksi

Next Post
Rusia Memanggil Kaum Muda Dunia, Menyongsong International Festival of Youth 2026 di Ekaterinburg

Rusia Memanggil Kaum Muda Dunia, Menyongsong International Festival of Youth 2026 di Ekaterinburg

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

April 7, 2026
Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Oktober 26, 2025
Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Oktober 16, 2025
“MT Dikunci, Aktor Utama Lolos?” – Kejari Maros Tahan Pejabat Kominfo, LSM Desak Bongkar Dalang Korupsi Rp1 Miliar

“MT Dikunci, Aktor Utama Lolos?” – Kejari Maros Tahan Pejabat Kominfo, LSM Desak Bongkar Dalang Korupsi Rp1 Miliar

Juni 23, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Juni 8, 2026
PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

Juni 7, 2026
Sejumlah Kepala SMA dan SMK di Sulsel Mengaku Tertekan Usai Terima Panggilan Inspektorat, Minta Kejelasan Proses Pemeriksaan

Sejumlah Kepala SMA dan SMK di Sulsel Mengaku Tertekan Usai Terima Panggilan Inspektorat, Minta Kejelasan Proses Pemeriksaan

Juni 6, 2026

Recent News

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Juni 8, 2026
PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

Juni 7, 2026
Sejumlah Kepala SMA dan SMK di Sulsel Mengaku Tertekan Usai Terima Panggilan Inspektorat, Minta Kejelasan Proses Pemeriksaan

Sejumlah Kepala SMA dan SMK di Sulsel Mengaku Tertekan Usai Terima Panggilan Inspektorat, Minta Kejelasan Proses Pemeriksaan

Juni 6, 2026
Target Berita

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Internasional
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Regional
  • Sorot
  • TNI | POLRI

Recent News

Casino Spinbara: Play Online Casino Games in Canada

Juni 11, 2026
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Juni 8, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id

No Result
View All Result

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id