TARGET-BERITA.com, Maros, Sulawesi Selatan — Sejumlah pemuda menyampaikan kritik terhadap kondisi penyelenggaraan pemerintahan di Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Kritik tersebut mengemuka dalam kegiatan Gebyar Ramadhan bagi Generasi Muda yang digelar pada Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh pemuda dan masyarakat setempat itu tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga ruang diskusi terkait persoalan sosial serta pembangunan desa.
Tokoh pemuda Desa Tellumpanuae, Al Aksarin, menilai bahwa pemerintahan desa saat ini membutuhkan kepemimpinan yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menyebut, lemahnya kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik.
“Ketika kepemimpinan tidak hadir secara nyata di tengah masyarakat, yang muncul adalah rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan publik,” ujarnya.
Menurutnya, desa tidak hanya membutuhkan pemimpin secara administratif, tetapi juga figur yang mampu bekerja aktif, mendengar aspirasi, serta mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Mallawa, Irfandi. Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan desa agar tetap transparan dan akuntabel.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus ikut mengawal pembangunan desa agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Pemuda Jawi-Jawi, Abdullah, mengingatkan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
“Desa yang maju tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu mengarahkan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan Gebyar Ramadhan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Mallawa bersama Ikatan Pemuda Jawi-Jawi. Selain sebagai agenda keagamaan di bulan Ramadhan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepedulian sosial serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Tellumpanuae terkait kritik yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (AR)





















