MAKASAR — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I di Hotel Ramedo, Kota Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Muskerwil pertama ini mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Ekonomi Daerah Bersama Pemerintah untuk Memaksimalkan Potensi Lokal Memenuhi Pasar Global.” Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta dan dihadiri jajaran pengurus DPW Asprindo Sulsel serta perwakilan DPC, di antaranya DPC Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan DPC Kota Parepare.
Kegiatan menjadi forum bagi pengurus untuk menyusun arah program kerja organisasi sekaligus memperkuat peran Asprindo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah agenda kerja dan bentuk kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga lain turut dibahas.
Muskerwil menghadirkan Dr. Bachtiar Baso, S.Pd., M.M. sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai legalitas dan standardisasi UMKM, salah satu hal yang dinilai penting bagi pelaku usaha lokal ketika ingin memperluas pasar.
Bagi UMKM, persoalan legalitas dan standardisasi memang tidak bisa dipisahkan dari upaya memperbesar akses pasar. Kelengkapan legalitas, mutu produk, sertifikasi dan kemampuan memenuhi standar menjadi bagian penting ketika produk lokal hendak masuk ke jaringan pasar yang lebih luas.
Pembahasan tersebut sejalan dengan arah program Asprindo Sulsel yang belakangan mendorong penguatan pelaku usaha lokal melalui kemitraan. Sebelumnya, DPW Asprindo Sulsel juga telah menjajaki kerja sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) untuk membuka peluang pengembangan usaha dan pemberdayaan pelaku bisnis lokal.
Dari sisi kepengurusan, Muskerwil dipandu Steering Committee (SC) Dewan Pakar Prof. Nursamsu Parjono, S.E., M.M., bersama Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan, Sekretaris DPW Uya Mustamin, Bendahara Rasmi Radjang Sikati, S.E., M.M., Ketua Biro Pertambangan Ir. Muh. Naim Zulkarnaen, S.Pd., M.Si., serta Dewan Penasehat Drs. H. Amran, M.Pd.
Pemaparan program kerja disampaikan Wakil Ketua I Dr. Ir. Ihwan Patiroy, S.E., M.M., M.H., I.P. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengurus lainnya turut menyampaikan program sesuai bidang masing-masing, termasuk Rusdianto yang mewakili Wakil Ketua II, Andi Alam Tanrang yang mewakili Wakil Ketua III, serta Wakil Ketua IV Abdul Razak Nurdi. Hadir pula Ketua DPC Kabupaten Pangkep Amrullah, MW.
Tujuh Keputusan Muskerwil
Setelah melalui pembahasan, Muskerwil I DPW Asprindo Sulsel menghasilkan sejumlah keputusan sebagai landasan program kerja organisasi.
Ada tujuh poin utama yang disepakati, yakni penerapan iuran bulanan bagi anggota pengurus DPW Asprindo Sulsel, kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam program wakaf DPW Asprindo Sulsel, serta kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk pengembangan program Kampung Industri.
Selain itu, Muskerwil menyepakati pembentukan Badan Advokasi dan Pelayanan Hukum, kerja sama dengan aplikasi AJPAR, menjalin kemitraan dengan Dekranasda untuk meningkatkan kapasitas UMKM binaan Asprindo, serta membentuk kepengurusan koperasi yang akan diberi nama Koperasi Asprindo atau KOPRINDO.
Rencana kerja sama di bidang wakaf juga memiliki konteks yang cukup kuat di Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros, misalnya, termasuk salah satu daerah yang ditetapkan dalam program “Kota Wakaf” oleh Kementerian Agama pada 2025.
Sementara itu, kerja sama dengan Pemkab Maros dalam program Kampung Industri bukan sekadar wacana. Pada awal Agustus 2026, Asprindo Sulsel telah melakukan audiensi dengan Bupati Maros untuk membahas pengembangan Kampung Industri dan Desa Wisata sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.
Program tersebut kemudian diperluas melalui komunikasi Asprindo dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam pertemuan itu, Kampung Industri dan Desa Wisata dibahas sebagai program yang diharapkan dapat melibatkan DPC Asprindo di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dorong Produk Lokal Naik Kelas
Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan mengatakan, arah kerja organisasi ke depan tidak hanya berkutat pada kepentingan internal, tetapi juga bagaimana pengusaha daerah bisa ikut mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Gagasan tersebut juga pernah disampaikan dalam agenda organisasi sebelumnya. Dalam pelantikan kepengurusan baru DPW Asprindo Sulsel periode 2025–2030 pada Juli 2026, Asprindo menempatkan pemberdayaan UMKM, kemitraan, peningkatan daya saing dan pengembangan Kampung Industri sebagai bagian dari fokus organisasi.
Muskerwil I ini diharapkan menghasilkan rencana kerja yang tidak berhenti di atas kertas. Program yang disepakati diarahkan untuk membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, memperkuat pelaku UMKM, sekaligus membuka akses yang lebih besar bagi produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Penguatan UMKM menjadi penting karena pelaku usaha daerah tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan, legalitas, standardisasi, akses pasar dan jejaring usaha. Karena itu, kolaborasi antara organisasi pengusaha, pemerintah, lembaga keuangan maupun lembaga pendukung lainnya menjadi salah satu kunci agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang.
Ditutup Doorprize
Muskerwil I DPW Asprindo Sulsel berlangsung tertib dan ditutup dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari foto bersama, foto panitia hingga sesi doorprize.
Salah satu hadiah berupa buku karya Rasmi Radjang Sikati, S.E., M.M. diberikan melalui undian dan dimenangkan oleh Bapak Razak dan Ibu Hj. Nama. Sementara hadiah utama berupa tour bisnis ke Malaysia yang diberikan Ketua DPW Asprindo Sulsel dimenangkan oleh Hartono.
Ketua Panitia Muskerwil DPW Asprindo Sulsel, Vilda Yanti Lalawi, bersama Sekretaris Haris Samtidar, S.T., S.E., dan Bendahara Desyana Kuhu, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Kepanitiaan juga melibatkan sejumlah anggota pada bidang dana, acara, perlengkapan, publikasi dan dokumentasi. Di antaranya Nurul Husna Umar, Abd Rahman, Sri Kartini Hamzah, A. Fardhia Trinanda, S.H., Haedar, S.I.Kom., Muh. Sufriadi, Muhammad Askar, Rahmad Saldi, S.Pd., Muh. Natsir, Nining, Muh. Saleh, S.T., Zainal Abidin, S.E., Safrida Fabanyo, serta MC Riniyanti.
Muskerwil I akhirnya menjadi titik awal bagi DPW Asprindo Sulsel untuk menjalankan sejumlah program yang telah disepakati. Tantangannya kini adalah memastikan keputusan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata, terutama dalam memperkuat UMKM dan membuka jalan bagi produk lokal Sulawesi Selatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (red)
























