TARGET-BERITA.com, Pangkep – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan keterlambatan distribusi makanan ke SDN 33 Kalamasue, Kecamatan Labakkang, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, sejumlah orangtua siswa mengeluhkan makanan yang seharusnya diterima siswa tidak kunjung tiba hingga menjelang jam pulang sekolah. Pihak sekolah bahkan disebut meminta sebagian siswa pulang lebih awal karena distribusi makanan dari SPPG Labakkang 2 belum tiba hingga sekitar pukul 12.00 WITA.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dapur SPPG Labakkang 2, Muammar, membantah adanya keterlambatan distribusi makanan.
“Sebenarnya ini hanya miskomunikasi. Tidak ada keterlambatan. Kami tetap mengantar tepat waktu ke SD 33 Kalamasue. Begitu PIC mengirim pesan, kami juga sudah tiba di sekolah,” kata Muammar saat ditemui di SPPG Labakkang 2, Selasa (19/5/2026).
Muammar juga menanggapi isu temuan benda diduga paku dalam makanan MBG yang sebelumnya disebut ditemukan di sekolah yang sama.
Menurut dia, kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan lalu dan pihak dapur telah menjalankan standar operasional yang ketat dalam proses produksi makanan.
“Di ruangan pemorsian itu sangat steril. Banyak tahapan pemeriksaan sebelum ompreng dibagikan, jadi menurut kami sangat kecil kemungkinan benda seperti itu tidak terlihat,” ujarnya.
Ia menduga benda tersebut bisa saja berasal dari faktor lain di luar proses distribusi makanan.
“Kami menduga ada pihak yang iseng atau mungkin anak-anak sedang bermain lempar-lempar sehingga jatuh ke ompreng. Tapi ini hanya dugaan kami dan kami tidak menuduh siapa pun,” kata Muammar.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah mendatangi sekolah dan berkoordinasi dengan kepala sekolah serta guru terkait kejadian tersebut.
“Pihak sekolah juga tidak mengetahui pasti bagaimana kejadiannya. Lagi pula itu sudah dua minggu lalu dan persoalan itu sudah tidak berlanjut,” pungkasnya. (🆎)






















