TARGET BERITA.COM I MAROS — Senyum lega menghiasi wajah Ruslan, Ketua RW di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Di tengah terik siang yang membalut pemukiman Pammelakkang Je’ne, ia menyaksikan alat berat mulai merambah bantaran Sungai Maros. Air yang semula tersumbat perlahan mengalir kembali.
“Ini yang kami tunggu sejak lama,” ujar warga setempat
Harapan warga untuk melihat sungai itu dinormalisasi akhirnya terwujud. Selama bertahun-tahun, sungai yang mengalir di tengah permukiman mereka itu sering meluap saat musim hujan datang. Tak sedikit rumah yang terdampak banjir, terutama di malam hari ketika air tiba-tiba naik tanpa peringatan.
Upaya normalisasi itu, menurut warga, tak lepas dari peran aktif Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Patarai Amir—yang akrab disapa Puang Aso. Melalui kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, Patarai ikut mengawal aspirasi warga hingga ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI.
Selain pengerukan sungai, langkah lain yang turut diapresiasi warga adalah pembagian tempat sampah secara gratis. Puluhan warga menerima wadah sampah rumah tangga sebagai bagian dari program peningkatan kesadaran lingkungan. “Ini bukan cuma soal sungai, tapi tentang pola hidup sehat dan bersih yang ingin kita jaga,” ujar Nurjanah, ibu rumah tangga yang menerima bantuan tersebut.
Menurut Patarai Amir, keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari dorongan warga yang konsisten menyuarakan kebutuhan mereka. “Saya hanya memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka. Pemerintah wajib hadir menjawab keresahan warga, bukan sekadar datang saat kampanye,” katanya saat ditemui usai kunjungan lapangan.
Warga berharap agar program serupa dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada satu titik intervensi saja. “Lingkungan bersih itu tanggung jawab bersama. Tapi kalau warga diberi alat dan kesempatan, mereka pasti ikut menjaga,” ucap Ruslan, menutup perbincangan.
Sungai yang dulunya tersumbat kini mulai terbuka jalurnya. Bagi warga Pammelakkang Je’ne, itu bukan hanya soal air mengalir—tapi bukti bahwa suara mereka didengar.
TASMIN HALOANG
























