TARGET-BERITA.com, Pangkep, Sulsel – Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIPAN Sulawesi Selatan, Abd Rauf, mengaku prihatin setelah mendengar laporan warga terkait kompensasi yang diterima masyarakat terdampak debu batu bara di sekitar Pelabuhan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Menurut pengakuan warga, kompensasi yang diberikan PT Semen Tonasa hanya sebesar Rp 30.000 per bulan, atau setara Rp 1.000 per hari.
Kehadiran Ketua Umum LIPAN Indonesia bersama jajaran pengurus di Biringkassi bertujuan mendengar langsung keluhan warga dan melihat kondisi lingkungan sekitar pelabuhan. Warga menunjukkan kondisi rumah mereka yang dipenuhi debu batu bara meski sudah dibersihkan hingga tiga kali sehari.
“Ketika kami mencoba mengelap lantai, lemari, dan kasur milik warga dengan tisu, warnanya langsung hitam padahal rumah tersebut baru saja dibersihkan,” ungkap Abd Rauf.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ketua Umum LIPAN Indonesia menanyakan apakah ada kompensasi dari PT Semen Tonasa. Warga serentak menjawab ada, dengan nominal Rp 30.000 per bulan.
“Kalau dihitung-hitung, itu hanya Rp 1.000 per hari. Jumlah ini tidak sebanding dengan dampak pencemaran lingkungan yang dirasakan masyarakat,” kata Abd Rauf.
Menurut keterangan warga, uang kompensasi tersebut sebagian besar dipakai untuk membeli sampo agar dapat membersihkan rambut yang dipenuhi debu setiap hari. Mereka juga menyatakan belum pernah menerima bentuk bantuan lain.
Selain itu, warga menyampaikan kekecewaan karena janji perekrutan tenaga kerja lokal di pelabuhan Biringkassi belum terealisasi sepenuhnya. Mereka juga menyoroti persyaratan rekrutmen yang mewajibkan ijazah SMA, padahal sebagian besar warga sekitar hanya lulusan SMP.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum LIPAN Indonesia memerintahkan jajaran pengurus DPD LIPAN Sulsel dan DPK LIPAN Pangkep untuk segera bersurat ke PT Semen Tonasa meminta audiensi membahas dampak lingkungan tersebut.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada respon, kami bersama masyarakat siap turun aksi dan menutup jalan poros Biringkassi sampai tuntutan warga dipenuhi,” tegas Ketua Umum LIPAN Indonesia yang disambut tepuk tangan warga.
Abd Rauf menegaskan LIPAN akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami akan berupaya maksimal agar permasalahan ini dibahas bersama jajaran direksi PT Semen Tonasa,” ujarnya menutup pertemuan.
Pihak PT Semen Tonasa belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan warga maupun rencana audiensi yang diajukan LIPAN Indonesia. (AB)






















