TARGET-BERITA.com, Maros, Sulsel – Kerusakan jalan di Dusun Mangemba, Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, memaksa pemerintah desa bersama warga turun langsung melakukan penanganan darurat. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju wilayah Pangkep serta menjadi jalur alternatif menuju Kota Makassar. Kondisi yang semakin parah menimbulkan kekhawatiran karena dapat menghambat mobilitas warga, termasuk akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi sehari-hari, Minggu, 30/11/2025.
Kepala Desa Botolempangan memimpin langsung gotong royong yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, Babinsa, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Upaya ini dilakukan sebagai langkah cepat karena kerusakan jalan dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Penanganan sementara ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat tetap bisa beraktivitas. Namun, kondisi jalan sudah sangat membutuhkan perbaikan permanen,” ujar Kepala Desa Botolempangan dalam keterangannya.
Babinsa yang turut mendampingi warga menegaskan bahwa pihaknya siap membantu setiap upaya masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di wilayah desa.
Sementara itu, Ketua BPD Botolempangan memberikan dukungan penuh atas langkah cepat tersebut, sembari menekankan bahwa penanganan besar harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Pemerintah Desa Botolempangan melalui kegiatan ini menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Maros dapat memberikan perhatian serius. Mengingat status jalan berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, warga sangat berharap adanya perbaikan permanen demi kelancaran akses dan stabilitas kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Pemkab Maros dapat segera merespons. Jalan ini merupakan nadi aktivitas warga. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya akan semakin luas,” tambah Kepala Desa.
Warga berharap, gotong royong yang mereka lakukan ini dapat menjadi sinyal kuat bahwa kerusakan jalan sudah sangat mendesak untuk ditangani secara menyeluruh oleh pemerintah kabupaten.
Pewarta : Irwan Daeng Sijaya
Editor. : Tim redaksi























