TARGET-BERITA.Com, GOWA – Dialog Lingkungan dalam rangka Green Innovation Week digelar di Perpustakaan Daerah Gowa dengan melibatkan ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, organisasi pemuda, dan instansi terkait. Kegiatan ini mengusung semangat “Lestari, Adil, dan Bahagia — Menuju Masa Depan Hijau” sebagai ruh gerakan bersama. Senin kemarin (1/12/2025)
Dalam sesi pemaparan, Muhammad Fauzi selaku Duta Lingkungan Hidup Gowa 2024 menekankan bahwa krisis iklim bukan isu jauh, tetapi sudah dirasakan langsung oleh warga di tingkat lokal.
“Krisis iklim adalah realitas lokal yang menuntut aksi nyata. Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri, dan pemuda memiliki kekuatan untuk mendorong inovasi dan gerakan kolektif,” ujarnya di hadapan peserta.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gowa, Mustamin Raga, menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif generasi muda, komunitas, dan institusi pendidikan sangat menentukan keberhasilan gerakan pelestarian lingkungan,” katanya menekankan.
Diskusi berjalan interaktif dan merumuskan sejumlah komitmen aksi sederhana namun berkelanjutan, seperti pengurangan sampah plastik, penanaman pohon, penggunaan transportasi ramah lingkungan, serta penguatan edukasi ekologis di sekolah dan komunitas.
Peserta juga mengusulkan pembentukan Komunitas Pemuda Sadar Ekologis sebagai ruang kolaborasi dan advokasi isu lingkungan di tingkat lokal.
Acara ditutup dengan harapan agar dialog serupa dapat dilaksanakan secara berkala, melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang peduli lingkungan, dan memperkuat upaya menuju masa depan yang lestari, adil, dan bahagia bagi bumi dan generasi mendatang.
Diskusi berlangsung interaktif dan melahirkan beberapa komitmen aksi bersama, antara lain pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penanaman pohon, penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta penguatan edukasi ekologis di ruang-ruang belajar formal dan nonformal. Peserta juga mengusulkan pembentukan Komunitas Pemuda Sadar Ekologis sebagai wadah kolaborasi, advokasi, dan pengembangan inisiatif lingkungan di tingkat lokal.
Acara ditutup dengan harapan agar dialog serupa dapat menjadi agenda rutin yang melahirkan lebih banyak pemimpin muda peduli lingkungan. Melalui ruang dialog dan aksi nyata yang berkelanjutan, para peserta berharap masa depan yang lestari, adil, dan bahagia dapat benar-benar diwujudkan di Gowa dan sekitarnya (Saiful)






















