TARGET-BERITA.com, Maros, Sulsel — Sebuah jembatan gantung kayu menuju allu’na, Dusun Bonto-Bonto, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Struktur kayu yang tua dan rapuh berubah menjadi ancaman nyata bagi warga, terutama saat musim hujan.
Jembatan gantung kayu yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga untuk menuju kebun, sekolah, dan pusat aktivitas harian kini tampak semakin lapuk. Beberapa papan kayu terbelah, dan tali gantung perlahan dimakan usia. Pada musim hujan, kondisi itu semakin berbahaya karena pijakan licin dan aliran sungai di bawah jembatan meningkat drastis.
Warga Dusun Bonto-Bonto, mengungkapkan kecemasan mereka. Pada Jumat, (05/12/2025), Ramli, salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengatakan bahwa kondisi jembatan telah lama dikeluhkan. “Kalau hujan, kami sebenarnya takut sekali lewat ini jembatan. Kayunya sudah banyak yang mau patah, tapi kami tidak punya jalan lain,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa warga bahkan memilih menunda aktivitas ketika hujan turun deras karena takut terjadi sesuatu.
“Kami sudah sampaikan ke pemerintah desa, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Semoga cepat ada perhatian dari pemerintah kabupaten,” tambahnya.
Lambannya respons pemerintah Kabupaten Maros menjadi sorotan. Warga menilai bahwa infrastruktur kecil namun vital seperti jembatan gantung sering kali tidak masuk prioritas, padahal perannya sangat besar bagi ekonomi dan mobilitas masyarakat pedesaan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa keselamatan warga seolah belum menjadi perhatian serius. Akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pasar sangat bergantung pada jembatan ini, sehingga kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut bisa berdampak besar bagi aktivitas harian masyarakat.
Pewarta : Dg Sayo
Editor. : Tim redaksi






















