TARGET-BERITA.com, Maros, Sulsel – Sinergi antara elemen masyarakat dan aparat pemerintah kembali ditunjukkan melalui kegiatan kolaboratif yang digelar di Desa Camba, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, dalam rangka Nataru. Kegiatan ini melibatkan Jelan Nataru, LSM Kipfa, LSM APAK, Polsek Camba, Koramil Camba, serta Dinas Kesehatan setempat.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat, penguatan keamanan lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Kegiatan berlangsung dengan pendekatan partisipatif, melibatkan warga setempat sebagai bagian dari pelaksana dan penerima manfaat.
Dinas Kesehatan bekerja sama dengan LSM Kipfa dan LSM APAK menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta edukasi terkait pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
“Melalui kerja sama dengan LSM, kami dapat menjangkau wilayah yang selama ini relatif sulit diakses. Dukungan relawan dan koordinasi lapangan sangat membantu kelancaran layanan,” ujar salah satu petugas Dinas Kesehatan di sela kegiatan.
Sementara itu, aparat Polsek Camba bersama Koramil Camba berperan dalam menjaga keamanan kegiatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana. Keduanya menggelar simulasi penanganan banjir dan pelatihan pertolongan pertama sebagai upaya edukasi dini kepada warga.
Kapolsek Camba menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan risiko bencana. “Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting. Dengan pendekatan sukarela dan edukatif, risiko dapat diminimalkan sejak awal,” ujarnya.
Koramil Camba juga menurunkan personel serta menyiapkan peralatan evakuasi guna mendukung jalannya simulasi. Danramil Camba, Kapten Suryadi, menyebut sinergi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan kegiatan tersebut. “Kesatuan adalah kekuatan. Dengan kebersamaan, kita tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat ke depan,” katanya.
Di sisi lain, Jelan Nataru berperan sebagai wadah koordinasi antar pihak, memastikan komunikasi dan pelaksanaan kegiatan berjalan selaras. Pengurus LSM Kipfa, Abdul Malik, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun ketahanan sosial berbasis kolaborasi.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya bersama untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Perubahan akan terwujud ketika semua unsur bergerak bersama,” ujarnya.
Kegiatan kolaboratif di Desa Camba ini dinilai menjadi contoh sinergi positif antara masyarakat, aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan organisasi sosial. Model kerja sama tersebut diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. (ARM)
























