TARGET-BERITA.com, MAROS — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan secara serentak bersama Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di 14 kecamatan se-Kabupaten Maros.
Kegiatan pemantauan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, didampingi Kepala Bidang Peternakan Farida Syukur, tim paramedis peternakan, serta penyuluh pertanian Muhammad Saleh yang turun langsung berinteraksi dengan para peternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang beredar di wilayah Maros benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit menular. Kehadiran tim paramedis dan penyuluh di lapangan merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas ternak dari hulu hingga ke hilir,” ujarnya saat meninjau salah satu kandang penampungan sapi milik warga di Dusun Panaikang, Kecamatan Moncongloe.
Hingga saat ini, sekitar 3.000 ekor sapi telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim paramedis. Proses pemeriksaan meliputi pengecekan fisik secara menyeluruh, mulai dari kondisi gigi untuk memastikan umur hewan, pemeriksaan mata dan kulit, hingga pengukuran suhu tubuh guna mendeteksi potensi penyakit.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan menambahkan bahwa hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan tanda khusus atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Ia juga mengimbau para peternak dan pedagang untuk menjaga kebersihan kandang serta segera melaporkan jika terdapat hewan yang menunjukkan gejala sakit.
Program ini mendapat respons positif dari para peternak di berbagai kecamatan. Mereka mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas ternak lokal Maros.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dijadwalkan berlangsung secara maraton hingga H-1 Idul Adha, guna memastikan seluruh sentra peternakan dan lapak penjualan hewan kurban di Kabupaten Maros terjangkau pengawasan. (Dr)
























