MAROS – Istana Balla Lompoa Kassikebo, Kabupaten Maros, menjadi lokasi berlangsungnya pertemuan budaya dan silaturahmi antara tokoh adat serta tokoh keagamaan pada Selasa (30/6/2026). Pemuka Agama Hindu Dharma Indonesia, YM Ratu Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, melakukan kunjungan ke Kerajaan Kakaraengan Marusu yang disambut secara adat oleh jajaran pemangku kerajaan.
Rombongan tiba sekitar pukul 08.45 WITA dan disambut dengan tabuhan gendang adat Balla Lompoa serta pertunjukan tarian khas Kerajaan Marusu. Penyambutan dipimpin langsung oleh Pemangku Adat Raja Kakaraengan Marusu, Andi Abdul Waris Tadjuddin Karaeng Sioja, didampingi permaisuri, Karaeng Patta Kali selaku Kadi Kakaraengan, serta para pemangku amanah Kerajaan Kakaraengan Marusu.
Dalam sambutannya, Andi Abdul Waris Tadjuddin Karaeng Sioja menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran YM Ratu Ida Shri Bhagawan menjadi kehormatan bagi masyarakat Maros sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
Ia menuturkan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi yang bertepatan dengan kegiatan keagamaan YM Ratu Ida Shri Bhagawan di Sulawesi Selatan, termasuk agenda persembahyangan dan pemberkatan pura baru di wilayah Kariango, Kecamatan Tanralili.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Maros, I Ketut Sudiarta, SH., MH., yang turut mendampingi rombongan, memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Kabupaten Maros. Ia berharap dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta menjalankan tugas negara secara optimal di daerah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat.
Sementara itu, YM Ratu Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antartokoh budaya dan adat yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Ia juga menyebut pertemuan tersebut sebagai kunjungan balasan atas hubungan persahabatan yang telah terjalin sebelumnya melalui berbagai pertemuan di Bali maupun di kawasan Candi Borobudur.
Sebagai simbol persahabatan dan penghormatan, dalam pertemuan tersebut dilakukan pertukaran cenderamata. YM Ratu Ida Shri Bhagawan menitipkan sebuah keris khas Bali kepada pihak Kerajaan Kakaraengan Marusu. Sebagai balasan, kerajaan menyerahkan kain sarung sutra khas Sulawesi Selatan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas kunjungan tersebut.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kultural, mempererat persaudaraan lintas daerah, serta menumbuhkan semangat toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Selain memiliki nilai seremonial, pertemuan tersebut juga memberikan pesan edukatif tentang pentingnya menjaga warisan budaya, membangun dialog antarkomunitas, serta merawat persatuan bangsa melalui jalur kebudayaan dan silaturahmi. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Hingga kegiatan berakhir, suasana berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan, mencerminkan semangat kebhinekaan yang menjadi salah satu fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Pewarta : Muhammad Saleh
Editor : Redaksi
























