• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Target Berita
Advertisement
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    PEMDA MAROS BERHARAP FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA JADI AGENDA TAHUNAN

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Rumah Makan & Es Teler 76 Resmi Dibuka, Sajikan Cita Rasa Khas Bugis Makassar

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    Menjaga Bara Adat di Balla Lompoa

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    PT Semen Tonasa Meraih TOP CSR Awards 2025 Dengan Level Sangat Baik

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
No Result
View All Result
Target Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Berita
  • Sorot
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Regional
  • TNI | POLRI
  • Ragam
Home Berita

“Kalau Bukan Kita Yang Jaga Tabe’, Siapa Lagi?”

Redaksi by Redaksi
September 4, 2026
in Berita, Opini
0
“Kalau Bukan Kita Yang Jaga Tabe’, Siapa Lagi?”
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Sri Darmawati. M, M.Pd

Makassar — Beberapa minggu lalu saya naik pete-pete di Makassar. Di bangku depan duduk seorang mahasiswa dengan headset, volume musiknya tembus ke luar. Di belakangnya ada ibu-ibu tua berdiri sejak Mall Panakkukang. Pemuda itu tidak menoleh. Tidak ada kata “tabe” yang meluncur. Tidak ada permisi, tidak ada geser, tidak ada tatapan minta izin.

Saya diam. Tapi di dalam hati bertanya: sudah sejauh mana kita kehilangan “tabe”?

“Tabe” bagi orang Makassar bukan sekadar kata pembuka. Ia adalah napas. Ia adalah cara kita menghormati ruang orang lain sebelum kita masuk. Ia adalah cara kita mengakui bahwa di hadapan kita ada manusia yang lebih tua, lebih tahu, atau sekadar setara martabatnya. “Tabe” berarti: saya datang dengan adab, bukan dengan arogansi.

Dulu, kata ini diajarkan sejak anak masih belajar bicara. Mau lewat di depan orang, “tabe”. Mau bertanya, “tabe”. Mau memotong pembicaraan, “tabe”. Mau mengambil makanan di piring bersama, “tabe”. Kata itu pendek, tapi isinya panjang. Ia mengajarkan anak tentang batas, tentang rasa, tentang menempatkan diri.

Hari ini, kita hidup di zaman yang serba cepat. Notifikasi datang tiap detik. Komentar dilempar tanpa pikir. Viral dikejar tanpa tanya akibat. Di ruang digital, kita merasa bebas bicara tanpa wajah. Dan di ruang nyata, kita mulai membawa kebiasaan digital itu: serobot, potong, langsung to the point, tanpa basa-basi.

Anak-anak sekarang lebih hafal istilah “skip” daripada “tabe”. Lebih cepat mengetik daripada menunduk. Lebih mahir membuat konten daripada membuat orang lain nyaman. Bukan berarti mereka jahat. Hanya saja, kita lupa memberi mereka contoh bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan adab.

Kampus seharusnya jadi tempat “tabe” paling hidup. Di sinilah orang muda ditempa, bukan hanya otaknya tapi juga jiwanya. Tapi coba perhatikan: berapa banyak mahasiswa yang masuk ruang dosen tanpa mengetuk dan mengucap “tabe”? Berapa banyak yang saat presentasi memotong pembicara senior karena merasa punya data lebih baru? Berapa banyak komentar di media sosial kampus yang tajam, menghakimi, tanpa ada kata pengantar empati?

Saya tidak sedang meromantisasi masa lalu. Saya tahu dunia berubah. Cara berkomunikasi berubah. Etika pun harus beradaptasi. Tapi ada nilai yang tidak boleh kita tukar dengan kecepatan. “Tabe” adalah salah satunya.

Orang sering salah paham. Mengira “tabe” itu lemah. Mengira orang yang banyak “tabe” adalah orang yang tidak punya pendirian. Padahal sebaliknya. Butuh keberanian untuk berhenti sejenak dan memberi ruang. Butuh kekuatan untuk menahan ego demi menghormat. “Tabe” bukan tunduk tanpa alasan. “Tabe” adalah sadar: saya tidak hidup sendiri.

Lihat tari Bosara. Sebelum piring diangkat, penari menunduk. Itu “tabe” dalam bentuk gerak. Sebelum suara keluar, ada jeda. Itu “tabe” dalam bentuk irama. Sebelum tampil, ada persiapan batin. Itu “tabe” dalam bentuk rasa. Kita melatih mahasiswa teknik, wirama, wirupa. Tapi kalau wirasa dan “tabe” tidak dilatih, maka yang lahir hanya penari yang kosong.

Di ruang publik juga sama. Ketika kita berkendara dan ada orang tua menyeberang, “tabe” berarti kita berhenti. Ketika di kelas ada teman yang sedang berjuang bicara di depan, “tabe” berarti kita dengar sampai tuntas. Ketika di media sosial ada perbedaan pendapat, “tabe” berarti kita awali dengan: saya menghargai pendapatmu, boleh saya menambahkan?

Masalahnya, “tabe” tidak bisa diwariskan lewat slide PPT. Ia diwariskan lewat teladan. Anak melihat gurunya mengucap “tabe” saat meminjam pulpen. Mahasiswa melihat dosennya mengucap “tabe” saat mengoreksi tugas. Warga melihat pemimpinnya mengucap “tabe” saat meminta maaf.

Kalau kita menunggu pemerintah membuat program “Gerakan Nasional Tabe”, kita akan menunggu lama. Kalau kita menunggu kurikulum baru memasukkan “tabe” sebagai mata pelajaran, kita akan terlambat. Karena “tabe” hidup di hal-hal kecil, di momen-momen sepele yang tidak pernah masuk RPP.

Maka pertanyaannya kembali ke kita: siapa yang akan mulai?

Mungkin kita. Dosen yang sebelum masuk kelas mengetuk pintu dan tersenyum. Mahasiswa yang sebelum bertanya angkat tangan dan bilang “tabe, Bu”. Seniman yang sebelum tampil menghormat panggung dan penonton. Netizen yang sebelum mengkritik menulis: “tabe, saya ingin berdiskusi”.

“Tabe” tidak akan menyelamatkan ekonomi. Tidak akan menaikkan IPK. Tidak akan membuat video kita FYP. Tapi “tabe” akan menyelamatkan cara kita hidup bersama. Ia akan membuat kota ini lebih ramah. Kampus ini lebih hangat. Rumah ini lebih adem.

Saya ingat pesan seorang guru tua di Gowa. Beliau bilang: “Anakku, orang boleh lupa namamu. Tapi orang tidak akan lupa bagaimana caramu masuk ke dalam hidupnya.” Itu “tabe”.

Mungkin kita tidak bisa mengubah dunia dalam semalam. Tapi kita bisa mengubah cara kita masuk ke dalam dunia. Dengan “tabe”.

Jadi, kalau bukan kita yang jaga “tabe”, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya membaca “tabe” di buku sejarah, dan bertanya: dulu orang Makassar seperti apa ya, sampai punya kata seindah ini?

Mari kita jawab dengan cara hidup kita hari ini. (red)

 

Previous Post

Seniman Sanggar Masuk Kampus, Inovasi UNM Perkuat Penghayatan Tari Tradisional Bugis-Makassar Berbasis Budaya Lokal

Next Post

PT Semen Tonasa Raih Juara 1 Penghargaan EBTKE 2026, Perkuat Komitmen Efisiensi dan Keberlanjutan Energi

Redaksi

Redaksi

Next Post
PT Semen Tonasa Raih Juara 1 Penghargaan EBTKE 2026, Perkuat Komitmen Efisiensi dan Keberlanjutan Energi

PT Semen Tonasa Raih Juara 1 Penghargaan EBTKE 2026, Perkuat Komitmen Efisiensi dan Keberlanjutan Energi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

April 7, 2026
Korwil BGN Takalar Tepis Isu Pemecatan Sepihak Relawan SPPG Kalabbirang 1

Korwil BGN Takalar Tepis Isu Pemecatan Sepihak Relawan SPPG Kalabbirang 1

Agustus 5, 2026
Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Korwil SPPG Takalar Klarifikasi Isu Pemotongan Gaji

Oktober 26, 2025
Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Orang Tua Murid SDN 246 Bonto-Bonto Soroti Disiplin Guru dan Dugaan Potongan Dana PIP

Oktober 16, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

November 1, 2026
Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

November 1, 2026
Lelang Gelap Aset Nasabah, PT BAF Digugat ke PN Jakarta Timur, Wilson Lalengke Ingatkan Publik Terkait Perusahaan Leasing Nakal

Lelang Gelap Aset Nasabah, PT BAF Digugat ke PN Jakarta Timur, Wilson Lalengke Ingatkan Publik Terkait Perusahaan Leasing Nakal

November 1, 2026
Berakhirnya Mandat MINURSO dan Masa Depan Sahara Maroko: Persisma Dorong Penguatan Keamanan dan Pemulangan Pengungsi Sahrawi

Berakhirnya Mandat MINURSO dan Masa Depan Sahara Maroko: Persisma Dorong Penguatan Keamanan dan Pemulangan Pengungsi Sahrawi

November 1, 2026

Recent News

Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

November 1, 2026
Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

November 1, 2026
Lelang Gelap Aset Nasabah, PT BAF Digugat ke PN Jakarta Timur, Wilson Lalengke Ingatkan Publik Terkait Perusahaan Leasing Nakal

Lelang Gelap Aset Nasabah, PT BAF Digugat ke PN Jakarta Timur, Wilson Lalengke Ingatkan Publik Terkait Perusahaan Leasing Nakal

November 1, 2026
Berakhirnya Mandat MINURSO dan Masa Depan Sahara Maroko: Persisma Dorong Penguatan Keamanan dan Pemulangan Pengungsi Sahrawi

Berakhirnya Mandat MINURSO dan Masa Depan Sahara Maroko: Persisma Dorong Penguatan Keamanan dan Pemulangan Pengungsi Sahrawi

November 1, 2026
Target Berita

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Internasional
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Regional
  • Sorot
  • TNI | POLRI
  • uncategorized

Recent News

Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

Serentak Jaga Maros Tetap Kondusif, Kapolres Pimpin Operasi Cipta Kondisi Libatkan Seluruh Polsek

November 1, 2026
Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

November 1, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id

No Result
View All Result

Hak Cipta Gritvnews.com | PT. Salenrang Jaya Mandiri © 2025 All Rights Reserved.

Web Development PT.TAB | TabWeb.id