TARGET-BERITA.com, Maros ,Sulsel — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Maros bersama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Maros dan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Maros menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama untuk Sumatera dan bangsa Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Maros, Jumat (12/12/2025).
Istighosah dan doa bersama ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai wujud ikhtiar spiritual serta permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat diberikan keselamatan, ketenangan, kesabaran, dan keberkahan, khususnya bagi saudara-saudara di wilayah Sumatera serta bangsa Indonesia secara umum.
Ketua Cabang GP Ansor Maros, Abustan, dalam sambutannya menegaskan bahwa istighosah tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ikatan spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
“Di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, kita membutuhkan ruang kebersamaan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Istighosah dan dzikir ini menjadi momentum spiritual untuk menenangkan hati sekaligus mempererat persaudaraan,” ujar Abustan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan istighosah Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang dipimpin oleh Ustadz Niswar, pengurus Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Maros. Rangkaian doa juga dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat di Sumatera serta bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Sementara itu, Ketua IKA-PMII Kabupaten Maros, Abrar Rahman, menyampaikan bahwa istighosah merupakan sarana penting untuk memohon pertolongan Allah SWT, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, mulai dari bencana alam hingga tantangan sosial, ekonomi, dan moral.
“Dzikir yang kita lantunkan hari ini, insya Allah, menjadi sumber ketenangan dan energi spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Abrar Rahman, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Maros periode 2017–2021.
Ia menambahkan, doa secara khusus juga dipanjatkan untuk Kabupaten Maros agar terhindar dari potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat turut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maros bersama seluruh lapisan masyarakat sebagai ikhtiar bersama memohon perlindungan Allah SWT.
Usai pelaksanaan istighosah dan doa bersama, para pengurus juga merencanakan agenda lanjutan dalam waktu dekat. Di antaranya adalah penggagasan program Dirasatul Ula sebagai ruang pendalaman keilmuan, pelatihan bagi ustaz-ustaz muda, serta pendidikan hukum bagi seluruh kader Ansor Maros guna meningkatkan pemahaman dan kapasitas kader dalam menyikapi persoalan hukum di tingkat komunitas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GP Ansor, Fatayat NU, dan IKA-PMII Maros berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan moral, intelektual, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus membangun kehidupan sosial yang religius, rukun, dan damai. (AR)






















